Sugihart Digital Art Gallery
Basoeki Abdullah: Ketika Seni Bertemu Politik Basoeki Abdullah: Ketika Seni Bertemu Politik
Nama Basoeki Abdullah tidaklah asing di telinga kita. Salah satu seniman ternama ini memang dikenal dekat dengan banyak ‘penguasa’ baik dari dalam negeri maupun... Basoeki Abdullah: Ketika Seni Bertemu Politik

Nama Basoeki Abdullah tidaklah asing di telinga kita. Salah satu seniman ternama ini memang dikenal dekat dengan banyak ‘penguasa’ baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Salah satu pemimpin negara yang diketahui dekat dengannya adalah presiden pertama di Indonesia yaitu Soekarno.

Persahabatan Basoeki dan Soekarno dikenal sangat erat hingga Soekarno rela menghentikan rapatnya ketika Basoeki datang bertamu. Keduanya kerap bertemu bukan hanya saling berbincang, namun Basoeki juga sering diminta Soekarno untuk datang melukis untuknya karena Soekarno merupakan salah satu presiden yang juga menikmati karya seni.

Setelah Soekarno dipaksa turun, Basoeki juga menjalin hubungan baik dengan presiden setelahnya yaitu Presiden Soeharto. Meski tidak terlalu dekat seperti dengan Soekarno, bakat Basoeki yang sudah dikenal dan langganan melukis di Istana Kepresidenan ikut menarik perhatian Soeharto. Basoeki pun lalu kembali menjadi pelukis kepercayaan di Istana.

Selain dengan kedua presiden dari Indonesia, bakat Basoeki juga didengar ke telinga para penguasa di belahan lain Asia. Salah satu yang akhirnya juga dekat dengan Basoeki adalah Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej. Pribadi Basoeki yang mudah bergaul membawanya menjadi pelukis resmi kerajaan di Thailand kala itu hingga lalu dipersilakan tinggal dan dipenuhi kebutuhannya di sana.

Sebelum menyetujui untuk melukis Raja Bhumibol, Basoeki menyertakan sebuah syarat yakni ia harus mengadakan pameran tunggal di negara tersebut dengan dalih agar rakyat mengenal terlebih dahulu siapa yang akan menjadi pelukis kerajaan dan tahu mengenai karyanya.

Selain Raja Thailand, Basoeki juga diketahui pernah melukis di Kerajaan Filipina dengan syarat yang sama yakni mengadakan pameran tunggal di Filipina terlebih dulu sebelum melukis anggota kerajaan. Sayangnya, kedekatannya dengan para penguasa di zamannya tidak membuatnya luput dari bahaya. Basoeki wafat di tahun 1993 oleh seorang pencuri yang mengincar koleksi jam tangannya dibantu oleh tukang kebunnya sendiri.

Hingga kini, karya Basoeki masih tersebar di berbagai negara dan koleksi lukisannya di Indonesia pun dijaga dengan baik dan menjadi salah satu koleksi di Istana Kepresidenan. Istana Kepresidenan sendiri sedang mengadakan pameran tahunan dalam menyambut HUT RI ke-73 di Galeri Nasional dengan memamerkan sebanyak 45 karya seni koleksi Istana Kepresidenan. Pameran berlangsung mulai dari 3 Agustus hingga 31 Agustus 2018, tanpa tiket masuk. Meskipun tidak terdapat karya Basoeki Abdullah pada pameran saat ini, namun masih banyak karya brilian dari seniman nusantara berbakat yang hadir pada pameran bertajuk “Indonesia Semangat Dunia” ini. Mari hargai karya seni Indonesia! (mip)

 

 

Sumber: detikX

detikX

 

Sumber gambar: waspada.co.id

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *