Sugihart Digital Art Gallery
Raden Saleh, Pelukis Pribumi Penakluk Eropa Raden Saleh, Pelukis Pribumi Penakluk Eropa
Saat ini, Galeri Nasional tengah memamerkan karya-karya hasil koleksi Istana Kepresidenan dalam rangka pameran tahunan yang menyambut hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang.... Raden Saleh, Pelukis Pribumi Penakluk Eropa

Saat ini, Galeri Nasional tengah memamerkan karya-karya hasil koleksi Istana Kepresidenan dalam rangka pameran tahunan yang menyambut hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang. Selain menyambut hari kemerdekaan, tahun ini terhitung lebih spesial karena bertepatan dengan diadakannya Indonesia sebagai tuan rumah dari Asian Games 2018, olimpiade olahraga bergengsi di Asia.

Pameran yang bertajuk “Indonesia Semangat Dunia” ini memajang sebanyak  45 koleksi karya seni Istana Kepresidenan. Salah satunya adalah milik Raden Saleh yang memperlihatkan beberapa laki-laki tengah menunggangi kuda untuk berburu seekor kerbau hitam. Dalam lukisan tersebut juga terdapat ‘potret diri’ dari Raden Saleh yang menjadi salah seorang pemburu yang berada di atas kuda.

Raden Saleh melewati perjalanan panjang sebelum ia dapat dikenal sebagai salah seorang maestro asal Indonesia. Dikisahkan, Raden Saleh yang merupakan anak konglomerat, melalui kemampuan sosialnya yang baik, dapat dekat dengan beberapa pejabat Belanda kala itu. Hal tersebut memberikannya akses untuk mendapatkan beasiswa untuk menempuh ilmu ke Belanda dari gubernur yang menjabat saat itu (1819-1826), Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen.

Raden Saleh lalu berangkat ke Belanda untuk menimba ilmu untuk meningkatkan bakatnya dalam melukis. Pada awal studinya, ia dihadapkan dengan beberapa seniman muda berbakat asal Belanda lainnya. Suatu waktu, mereka mengejek Raden Saleh karena mereka dapat melukis bunga dengan sangat nyata sehingga serangga pun hinggap, mengira bahwa itu adalah bunga sungguhan. Raden Saleh pun kembali dan tak kunjung kembali hingga beberapa hari. Rekan-rekannya pun khawatir akan Raden Saleh dan lekas menjenguknya, yang kemudian terkejut melihat mayat dari Raden Saleh di lantai tampak dipenuhi dengan darah.

Raden Saleh ‘asli’ pun lalu muncul dari ruangan lain ketika rekan-rekannya tengah panik. Ia berkata, “Lukisan kalian hanya mengelabui kumbang dan kupu-kupu, tetapi gambar saya menipu manusia.” sambil tersenyum. Pelukis-pelukis Belanda tersebut pun akhirnya pergi dari kediaman Raden Saleh.

Selain Belanda, Raden Saleh juga sepat menjejakkan kakinya di berbagai tanah Eropa lainnya seperti Prancis dan Jerman. Perjalanannya di Prancis dikatakan memengaruhi gaya lukisnya yang memiliki ciri romantisme di dalamnya.

Lukisan-lukisan dari Raden Saleh banyak mengambil hewan sebagai objek lukisannya. Selain hewan, Raden Saleh juga kerap melibatkan dirinya sendiri dalam lukisannya sebagai ‘potret diri’. Hingga kini, lukisan Raden Saleh tersebar di berbagai belahan dunia. Mulai dari Indonesia, negara asalnya, hingga museum ternama dunia  Museé du Louvre di Paris, Prancis. (mip)

 

 

Sumber: lelanglukisanmaestro

Sumber gambar: dw

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *